Mengapa harus memiliki tujuan?
Mari kita buat contoh sederhananya. Suatu hari kalian masuk sekolah dimana ini adalah tahun terkahir dan sejak awal diterima di sekolah tersebut kalian sudah menyukai seorang perempuan yang ada di kelas sebelah. Setiap ada kesempatan kalian selalu berusaha melihatnya dari kejauhan, kalian berusaha memperhatikan setiap tingkah laku atau apapun yang dilakukannya. Karena benar-benar menyukainya, lalu muncul sebuah impian bahwa ia harus menjadi pasangan saya dan bahagia bersamanya. Hingga di suatu hari kalian membuat langkah untuk bertanya kepadanya "apakah kamu mau menjadi pacar saya?"Apakah kalian diterima atau ditolak itu adalah hasilnya. Tapi yang terpenting sebenarnya adalah kalian sudah membuat sebuah tujuan yaitu perempuan tersebut harus menjadi pasangan hidup dan ingin bahagia bersamanya. Inilah yang disebut dengan visi. Saat kalian membuat langkah untuk bertanya, saat kalian diterima menjadi pacarnya, kalian akan mengajaknya jalan, makan bersama, dan lain sebagainya hingga suatu hari kalian mengambil langkah lagi untuk melamarnya dan selanjutnya dan selanjutnya. Inilah yang disebut dengan misi, tidak jauh berbeda dengan cara atau bagaimana agar sebuah tujuan dapat tercapai.
Dampak sebuah tujuan.
Mari kita perhatikan teman-teman kalian yang lain, mungkin beberapa ada yang fokus di komunitas musik mereka dan ada yang sedang belajar untuk mengikuti olimpiade tingkat palajar. Sebagian lagi hanya bersantai-santai di kantin sekolah, terkadang tidak mengikuti jam pelajaran, suka menjahili, suka mencontek, dan sebagainya. Sekarang coba kalian perhatikan cerita ini, ada tiga tipe orang yang pertama adalah kalian yaitu orang-orang yang memiliki tujuan dan mencari cara agar tujuan tersebut dapat tercapai. Kedua adalah teman-teman kalian yang sebenarnya memiliki tujuan namun hanya untuk jangka pendek atau sesaat saja, orang-orang seperti ini jarang yang akan bertahan lama pada tujuannya, tujuan mereka dapat berubah, dan dapat saja tidak terencana. Sedangkan teman-teman lainnya adalah tipe orang yang benar-benar belum miliki tujuan. Mereka hanya mengikuti teman dekatnya, saat teman dekatnya pergi yang lain akan kebingungan. Intinya mereka cenderung tidak menentu, mudah terhasut, belum memiliki prinsip, dan lain sebagainya.Mari kita buat contoh lain. Ini adalah minggu terakhir sebelum kalian diwisuda dan sudah membuat beberapa pilihan. Anggaplah sebelum lulus kalian sudah diterima bekerja di sebuah perusahaan dengan bidang yang kalian suka atau melanjutkan usaha yang telah diwariskan oleh orang tua.
Memilih tujuan terbaik.
Jika kalian sudah membuat pilihan seperti itu dan belum menemukan tujuan yang jelas, coba cari tujuan tersebut melalui enam pertanyaan di artikel sebelumnya. Mari kita telusuri mana tujuan terbaik yang cocok untuk kalian berdasarkan tiga pertanyaan pertama. Bekerja di perusahaan dengan bidang yang kalian suka. Maka jawabannya adalah:- Saya ada di dunia ini untuk menjadi programmer handal dan akan bekerja di Microsoft
- Hidup saya akan sangat berkualitas bila bekerja di perusahaan tersebut. Selain bergaji besar, akan banyak orang bangga kepada saya kerena bisa bekerja di perusahaan ternama
- Dengan menjadi programmer banyak orang di dunia ini dapat terus menggunakan aplikasi-aplikasi atau produk Microsoft karena saya yang akan menangani ketika terjadi masalah pada aplikasi tersebut.
Bila melanjutkan usaha warisan orang tua, anggaplah usaha tersebut adalah restoran yang sudah besar dan memiliki beberapa cabang. Maka jawabannya adalah:
- Saya ada untuk memimpin usaha di restoran ini
- Hidup saya akan serba berkecukupan, karena semua aset dan hasil usaha tersebut akan dilimpahkan ke saya
- Dengan memimpin restoran ini, akan banyak orang bahagia karena mereka dapat terus menikmati makanan lezat dan saya akan membuka cabang lebih banyak agar lebih banyak orang dapat menikmati makanan lezat dari restoran saya.
Sekarang mari kita simpulkan mana yang lebih cocok dan terbaik untuk dijalani. Bila kalian masih belum menemukan mana yang terbaik, coba jawab tiga pertanyaan terakhir di artikel sebelumnya, lalu coba lagi simpulkan hasilnya. Keduanya sama-sama memberikan manfaat yang besar bagi orang banyak. Sama-sama berdampak baik pada kualitas kehidupan kalian. Namun tidak untuk soal kebanggaan, dimana kebanggaan pada usaha warisan itu adalah miliki orang tua. Sedangkan saat kamu bekerja di perusahaan dengan bidang yang kalian suka, maka kebanggaan itu adalah milik kalian sendiri. Ini adalah soal pilihan dan kembali ke pribadi kalian masing-masing.
Mari kita buat contoh terakhir yang lebih sederhana. Minggu depan adalah ujian kelulusan di sekolah, tujuan kalian saat ini adalah lulus dengan nilai terbaik minimal tiga besar. Coba pikirkan bagaimana agar hal tersebut dapat tercapai. Semoga bermanfaat.
0 komentar:
Posting Komentar