
Pada saat kalian berada di sebuah zona nyaman, kaliah harus berpikir apa
langkah berikutnya, apa tujuan selanjutnya. Zona nyaman muncul ketika apa yang
sudah kalian lakukan berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang sesuai
harapan. Zona nyaman tercapai berkat kerja keras dan tidak datang secara
tiba-tiba, itu adalah titik dimana semua energi telah kalian gunakan dan sedang
beristirahat dan menerima hasilnya. Zona nyaman adalah istilah yang juga sering
digunakan ketika kalian sudah nyaman pada sebuah titik kegiatan.
Mari kita buat contohnya, saat ini kalian adalah seorang karyawan di sebuah
perusahaan dan menjabat sebagai kepala pemasaran. Setiap bulan kalian menerima
gaji dan tunjangan, kalian belum berkeluarga dan tinggal sendiri. Misal umur
kalian saat ini adalah 23 tahun dan belum lama lulus dari sebuah perguruan
tinggi. Ini adalah pekerjaan yang kalian impikan, rekan kerja menyukai setiap
ide yang kalian berikan, mereka takjub kalian dapat mengimplementasikan ide
tersebut. Mereka senang, kalian membawa dampak yang baik bagi perusahaan.
Atau saat ini kalian sedang berwirausaha dan memiliki bisnis sebuah
restoran di beberapa tempat, di setiap kotanya restoran ini begitu terkenal.
Banyak pengunjungnya dan tidak hentinya muncul pelanggan baru, banyak testimoni
positif diberikan pelanggan untuk restoran ini, semua karyawan terlihat begitu
nyaman kerena memiliki atasan yang berjiwa muda. Kalian sudah mendapatkan
penghasilan tetap setiap bulannya dari bisnis ini.
Contoh lagi, ini adalah tahun ke tiga bersama seorang perempuan yang kalian
suka. Hubungan ini berjalan lancar, kalian saling mengenal dengan baik, kalian
bisa saling menerima kekurangan. Kalian saling mencintai dan tidak lama lagi
akan melangkah ke jenjang yang lebih serius. kalian sudah saling mengenal sifat
dan kepribadian. Masing-masing orang tua kalian pun telah merestui hubungan
ini.
Mari kita buat contoh terakhir, kalian adalah seorang mahasiswa dan tahun
depan adalah tahun kelulusan program sarjana. Kalian adalah mahasiswa yang
cerdas dan banyak memenangkan berbagai lomba dan kontes robot antar kampus baik
di dalam dan luar negeri. Kalian sangat fokus pada perkuliahan sehingga banyak
mata kuliah rata-rata memiliki nilai yang nyaris sempurna. Di akhir tahun ini,
kalian juga menerima beberapa tawaran beasiswa untuk melanjutkan ke program
pasca sarjana di luar negeri. Kalian sangat antusias dan begitu tertarik pada
tawaran tersebut, karena tidak perlu membayar dan setelah lulus akan langsung
disalurkan ke sebuah perusahaan untuk bekerja.
Dari beberapa contoh di atas, dapat kita lihat bahwa kalian sedang berdang
di titik nyaman. Jadi manakah yang harus dipilih saat kalian berada di kondisi
seperti cerita di atas? Apakah kalian akan memilih untuk berkarir, menikah,
atau melanjutkan studi? Titik nyaman dapat juga menjadi pertanda sebuah tujuan
telah berakhir dan tercapai. Titik nyaman juga dapat menjadi pertanda bahwa
sebuah potensi masih bisa berkembang. Yang salah adalah ketika kalian belum
menyadari kedua pertanda ini, sehingga menyebabkan sebuah kebingungan dan
perasaan berjalan di tempat, hingga akhirnya sulit menetapkan langkah
selanjutnya. Maka sadarilah sesegera mungkin saat tiba di sebuah titik nyaman.
Maksudnya begini, misal kalian berencana untuk membuka cabang restoran di
beberapa kota lainnya, lalu rencana tersebut tidak terwujud. Bila demikian,
pikirkanlah hal baru untuk dilakukan, pikirkanlah tujuan baru, pikirkanlah hal
lain selain bisnis ini, adakah hal lain yang lebih berpotensi untuk
dikembangkan? Inilah yang disebut titik nyaman dimana tujuan yang telah
berakhir dan tercapai. Misal kalian bekerja di sebuah perusahaan dan kalian
sedang berada di titik nyaman seperti cerita di atas. Suatu hari, kalian dipromosikan
dari kepala pemasaran menjadi kepala produksi dimana tanggung jawabnya menjadi
lebih banyak. Kalian dapat mencoba kesempatan yang datang saat sedang berada di
titik nyaman. Mungkin saja sebuah potensi masih bisa berkembang, dengan kata
lain mungkin saja kalian mampu menjadi seorang kepala produksi di perusahaan
tersebut.
Begitu juga saat kalian berada di titik nyaman pada sebuah hubungan atau
titik nyaman pada sebuah jenjang pendidikan. Cobalah berpikir apakah kondisi
nyaman ini akan menjadi akhir sebuah tujuan atau sebuah potensi yang masih bisa
berkembang. Tidak perlu terburu-buru memikirkannya, yang terpenting adalah
memahami tujuan hidup kalian atau panggilan jiwa, sehingga akan mempermudah
dalam menetapkan langkah selanjutnya. Termasuk memilih apakah ingin berkarir,
menikah, atau melanjutkan studi.
0 komentar:
Posting Komentar